Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

ANAK-ANAK GAZA MEMBEKU KEDINGINAN, PENGAMAT: ISRAEL MASIH BLOKADE BANTUAN


Anak-anak di Gaza, Palestina, membeku karena kedinginan. Pengamat Hubungan Internasional, Budi Mulyana, mengungkapkan bahwa Israel masih melakukan blokade terhadap bantuan-bantuan yang ditujukan untuk Gaza.

"Walaupun kesepakatan perjanjian damai sudah ditandatangani dan janjinya akan ada proses rekonstruksi, namun, dari Oktober sekarang sudah Desember, dua bulan lewat, Israel masih saja menghalangi dan melakukan blokade terhadap bantuan-bantuan yang direncanakan untuk penduduk Gaza," ujarnya dalam program Kabar Petang: Ketika Anak-Anak Membeku di Gaza, di kanal YouTube Khilafah News, Jumat (19/12/2025).

Hambatan ini, ungkap Budi, sangat fatal mengingat saat ini Gaza tengah dihantam badai musim dingin ekstrem.

Ketidakadaan tempat berlindung yang permanen, lanjutnya, membuat warga, khususnya anak-anak, berada dalam ancaman maut akibat suhu dingin yang ekstrem.

"Sangat memprihatinkan kondisi saudara-saudara kita di Gaza. Setelah tempat tinggal mereka diluluhlantahkan, dan ketika musim dingin tiba, mereka tidak memiliki tempat yang layak untuk berlindung," sesalnya.

Budi mengkritik negara-negara Muslim yang berbatasan langsung dengan Gaza, seperti Mesir, serta negara-negara Timur Tengah lainnya, seperti Yordania, Lebanon, Arab Saudi, dan lainnya.

"Mereka juga sangat menunggu. Mereka menunggu apa yang dilakukan oleh pemimpin mereka, Amerika Serikat, yang memang menginisiasi proses ini," sebutnya.

Negara-negara Muslim, bebernya, tidak memiliki kemampuan dan keberanian untuk melakukan inisiatif secara langsung memberikan bantuan ke Gaza dengan dalih bahwa otoritasnya ada di PBB melalui UNRWA, atau juga melalui perjanjian damai yang didorong oleh Amerika Serikat.

"Tapi musim ini tidak menunggu. Situasi yang luar biasa ini tidak menunggu. Saudara-saudara kita di sana, mereka harus mengalami musim dingin, hujan, dan mungkin salju, tetapi kita lihat sikap negara-negara Muslim sekitar masih terus menunggu rincian dari Amerika Serikat. Amerika Serikat juga tidak menunjukkan kepedulian langsung terhadap kondisi ini," tuturnya dengan prihatin.

Sebagaimana diberitakan oleh republika.co.id, Rabu (17/12/2025), hujan deras musim dingin yang turun belakangan ini semakin memperdalam penderitaan ribuan pengungsi di Jalur Gaza, ketika air banjir menggenangi tenda-tenda mereka yang rapuh. Blokade yang terus diberlakukan Israel terhadap kebutuhan tenda yang mendesak membuat anak-anak terdampak oleh dingin ekstrem.

"Kami tinggal di jalan sepanjang malam setelah hujan merendam tenda kami," kata Majda Hassanein, yang tendanya terendam air hujan lebat di Kota Gaza.

"Anak-anak kami membeku karena kedinginan, tidakkah kalian merasakan kepedihan kami?" tambahnya.

"Kami tidak bisa tidur, dan kami tidak tahu harus pergi ke mana. Keluarkan kami dari penderitaan ini," pintanya. "Seluruh dunia tidur dengan aman, tapi kami tidak mengenal keselamatan. Hujan menyerang kami dari satu sisi, dan tembakan dari sisi lain," terang Majda. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar