
Analis Politik dan Media Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD), Hanif Kristianto, menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang meminta tiga menteri untuk melakukan "taubat nasuha" terkait bencana di Sumatera, justru mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama, yakni kegagalan tata kelola lingkungan.
“Memang ajakan introspeksi 'taubatan nasuha' itu penting. Namun, jika disampaikan tanpa konteks kebijakan yang jelas, hal itu bisa terkesan mengalihkan pembicaraan dari masalah utama, yakni kegagalan tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana,” kata Hanif dalam program Kabar Petang: Cak Imin Ajak Taubat Nasuha: Begini Respon Pengamat! yang disiarkan di kanal YouTube Khilafah News, Selasa (9/12/2025).
Hanif menyampaikan bahwa pejabat negara tidak cukup hanya memberikan imbauan moral di tengah masyarakat yang sedang terdampak bencana.
“Seharusnya pejabat negara ini kita harapkan memiliki empati, kehadiran, dan solusi konkret, bukan sekadar ajakan moral,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ajakan taubat nasuha memang penting, tetapi tidak boleh digunakan sebagai tameng untuk menghindari evaluasi kebijakan.
Menurutnya, seruan agamis dari pejabat publik harus diikuti dengan langkah konkret. “Misalnya audit perizinan, penertiban tambang, pemulihan hutan, peningkatan sistem peringatan dini (early warning system), serta anggaran penanggulangan bencana,” terangnya.
Jika tidak, lanjut Hanif, publik akan melihat pernyataan tersebut sebagai upaya simbolik yang tidak menyentuh akar masalah.
Hanif menambahkan bahwa pejabat negara seharusnya bertanggung jawab sejak awal ketika berada di tampuk kekuasaan.
“Seruan-seruan ini tidak hanya muncul saat bencana terjadi, tetapi harus dimulai sejak mereka berkuasa di negeri ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Cak Imin mengaku telah mengirim surat kepada tiga menteri untuk meminta evaluasi kebijakan lingkungan. Bahkan, Cak Imin juga mengajak tiga menteri tersebut, yakni Menteri ESDM, Menteri Kehutanan, dan Menteri Lingkungan Hidup, untuk melakukan taubatan nasuha.
“Hari ini saya berkirim surat kepada Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama mengevaluasi total seluruh kebijakan, langkah-langkah kita. Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya, taubatan nasuha,” kata Cak Imin saat menghadiri agenda Lokakarya Kepala Sekolah untuk Program SMK Go Global, yang disiarkan di akun YouTube Kemenko-PM RI, Senin (1/12/2025). [] Muhar
0 Komentar