Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

CENDEKIAWAN: SISTEM PENDIDIKAN SAAT INI SUDAH MEMISAHKAN AGAMA DARI KEHIDUPAN


Cendekiawan Muslim Tangerang Selatan (Tangsel), M. Arif Adiningrat, SE, MMSi (Ustadz Arif), mengungkapkan bahwa sistem pendidikan di tengah umat Islam saat ini sudah memisahkan agama dari aturan kehidupan (fasludin 'anil hayah).

Bidang pendidikan kita itu sudah betul-betul fasludin 'anil hayah,” ujarnya dalam acara diskusi Refleksi Dakwah 2025: Islam Memberikan Solusi Tuntaskan Problematika Umat yang disiarkan pada Ahad (21/12/2025) di kanal YouTube Dakwah Tangsel.

Terkait dengan akidah, menurut Ustadz Arif, pendidikan saat ini tidak lagi menyentuh akar pemikiran para ulama besar dan gagal menjawab logika dasar para pelajar mengenai syariat Islam.

Tidak ada lagi kita belajar Maturidi, tidak ada lagi belajar As'ariyah, tidak lagi belajar Imam Fakhrul Razi terkait dengan akidah. Akidah di pelajaran agama itu tidak menjawab pertanyaan anak didik kita,” nilainya.

Ia mencontohkan kegagalan pendidikan agama dalam memberikan pemahaman filosofis atas perintah ibadah, sehingga ibadah hanya dijalankan sebagai rutinitas tanpa makna.

Kenapa harus kita salat? Kenapa harus kita puasa? Capek, lapar di bulan Ramadan? Yang penting happy. Nonmuslim aja menjelang buka itu senang banget jualan. Artinya itu adalah menandakan, oh, ini ada kesetaraan agama,” tambahnya.

Ustadz Arif mengingatkan bahwa lemahnya pemahaman akidah dan syariat Islam (syariah) membuka celah masuknya program-program grand design Barat, seperti demokratisasi, HAM, LGBT, dan kesetaraan perempuan.

Tanpa pondasi akidah yang kuat, tegasnya, masyarakat akan mudah menerima nilai-nilai Barat tersebut.

Pondasi kita terkait dengan akidah itu lemah. Apalagi masuk ke syariat, wah.. lebih hebat lagi,” kata Ustadz Arif.

Kita ngomong-ngomong cicilan motor (kredit leasing) aja, ketika ngomong sama saudara-saudara kita itu haram. 'Apaan lu..'” ketusnya mencontohkan.

Ia juga menyoroti kondisi perguruan tinggi yang dinilai mulai teralihkan fokusnya akibat kepentingan ekonomi, seperti pemberian izin tambang, misalnya.

Perguruan tinggi sudah dikasih gula-gula tambang. Concern enggak ke agama? Iya. Concern enggak mendidik umat? Iya. Sudah mulai teralih,” pungkasnya. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar