
Pemimpin Redaksi (Pemred) Tinta Media, Achmad Mu'ith, memperingatkan bahwa rencana Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk menyelenggarakan perayaan Natal Bersama secara nasional patut ditinjau ulang secara serius dan mendalam.
"Rencana Natal Bersama yang digagas Kemenag patut ditinjau ulang secara serius dan mendalam," pesannya melalui Editorial Tinta Media berjudul "Natal Bersama, Pluralisme Berkedok Toleransi" di tintamedia.com, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, niat baik merajut persatuan tidak boleh dijalankan dengan cara yang mengaburkan batas akidah.
"Negara seharusnya hadir sebagai penjaga jarak yang adil, bukan sebagai aktor yang tanpa sadar mendorong pencampuran keyakinan," tegasnya.
Tinta Media menilai, perayaan Natal Bersama tidak bisa direduksi sebagai sekadar urusan seremonial. Hal itu karena menyentuh wilayah paling sensitif dalam kehidupan beragama, yakni akidah.
"Ketika negara hadir bukan hanya sebagai penjamin kebebasan beribadah, tetapi juga sebagai fasilitator perayaan keagamaan tertentu yang melibatkan lintas agama, maka batas antara toleransi dan pluralisme menjadi kabur," jelasnya.
Tinta Media menyatakan bahwa Islam sangat jelas membedakan antara muamalah (hubungan sosial) dan akidah/ibadah. Dalam urusan sosial, Islam memerintahkan keadilan dan kebaikan terhadap non-Muslim:
"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangimu karena agama. (QS. Al-Mumtahanah: 8)," kutipnya.
Namun, terangnya, dalam urusan keyakinan dan ritual, Islam menetapkan batas yang tidak bisa dilampaui. "Mengikuti atau terlibat dalam perayaan keagamaan agama lain bukan persoalan etika sosial, tetapi persoalan akidah," tegasnya.
Tinta Media juga mengungkapkan bahwa Al-Qur'an dengan tegas menempatkan batas itu. "Lakum dīnukum wa liya dīn. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku..(QS. Al-Kāfirūn: 6)," ungkapnya.
Ayat ini, sebutnya, bukan deklarasi permusuhan, melainkan penegasan garis teologis.
"Islam mengajarkan koeksistensi damai tanpa harus mencampuradukkan keyakinan," pungkasnya. [] Muhar
0 Komentar