
Menyoroti terbentuknya Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang digagas Amerika Serikat (sekutu Israel), Narator Tinta Media menyebutkan bahwa kata "damai" dijadikan topeng penjajahan.
"Damai dijadikan topeng dan penjajahan dinormalisasikan. Ketika negara-negara Muslim ikut duduk di meja ini, yang dilegitimasi bukan lagi perdamaian, tapi penjajahan," ujarnya dalam tayangan bertajuk "Board of Peace: Ketika Damai Jadi Topeng Penjajahan" di kanal YouTube Tinta Media Studios, Jumat (30/1/2026).
Ia membeberkan, di saat Gaza dibombardir dan rumah sakit dihancurkan, dewan ini bicara stabilitas, bukan keadilan.
"Tak ada tuntutan menghentikan penjajahan. Tak ada sanksi juga untuk Israel. Yang ada adalah pembungkaman perlawanan," bebernya.
Narator menegaskan bahwa ini bukan diplomasi, tetapi pengkhianatan nurani.
Ia pun menyesalkan fakta Indonesia yang telah resmi turut bergabung dengan dewan bentukan penjajah tersebut (Board of Peace).
"Katanya demi perdamaian. Tapi pertanyaannya, damai versi siapa?" tanyanya retoris.
"Damai tanpa keadilan adalah kebohongan. Dan Indonesia harus memilih, berpihak pada yang tertindas atau jadi alat kekuasaan asing," pungkasnya. [] Muhar
0 Komentar