Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

FIWS: AROGANSI DAN TINDAKAN AGRESIF AS DI AMERIKA LATIN TUNJUKKAN KEBOBROKAN PBB


Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS), Farid Wadjdji, menilai tindakan agresif Amerika Serikat (AS) di kawasan Amerika Latin yang berlangsung tanpa adanya pencegahan menunjukkan kebobrokan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pernyataan ini muncul menyusul arogansi AS yang menyerang dan menculik Presiden Venezuela Nicolás Maduro, serta ancaman terbaru yang ditujukan kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro.

"Tindakan ini jelas semakin menunjukkan kebobrokan apa yang disebut dengan badan internasional seperti PBB yang tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya dalam video bertajuk "Trump Menyombongkan Diri, Kamilah Terkuat di Planet Ini!" di kanal YouTube Khilafah News, Jumat (9/1/2026).

Menurut Farid, dominasi AS di panggung dunia saat ini menunjukkan bahwa ideologi kapitalisme yang diusung negara adidaya tersebut telah merusak sistem perdamaian global.

"Ini semakin menunjukkan watak asli kerakusan imperialisme. Tindakan Amerika ini sepertinya menunjukkan kekuatan mereka sebagai negara adidaya, tetapi sesungguhnya kapitalisme adalah ideologi yang tidak layak bagi dunia. Kapitalisme menimbulkan kerusakan tatanan perdamaian internasional," jelasnya.

Menghadapi lemahnya perlindungan internasional dari PBB, Farid menekankan dunia Islam untuk membangun kekuatan mandiri, yang memiliki kedaulatan penuh agar tidak mudah diintervensi oleh kekuatan asing.

"Ini sekaligus menunjukkan terutama kepada dunia Islam tentang pentingnya dua hal. Pertama adalah kedaulatan negara yang independen sehingga tidak bisa diintervensi. Yang kedua adalah pentingnya membangun apa yang disebut al-qaidah sya'biyah atau basis massa yang mendukung negara, dan inilah yang harus dibangun oleh kaum Muslimin," tambahnya.

Farid menyampaikan bahwa kemandirian total hanya bisa dicapai melalui sistem yang berlandaskan akidah Islam sebagai pengikat masyarakat yang kuat.

"Membangun negara yang independen. Dan negara independen ini, tidak yang lain, kalau negara ini berasaskan kepada Islam dan bentuknya adalah negara khilafah 'ala minhajin nubuwwah yang dibangun berdasarkan akidah Islam, karena akidah Islam inilah yang menjadi dasar yang kuat untuk mengikat masyarakat," tutupnya. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar