Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

HIPOSIS UNGKAP MOTIF DI BALIK TINDAKAN AS CULIK PRESIDEN VENEZUELA SECARA BRUTAL


Intelektual Muslim Tangerang Selatan (Tangsel) dari Himpunan Pengamat Politik Sosial dan Islam (HIPOSIS), Ustadz Muhammad Al-Fakkar, mengungkapkan apa motif di balik tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyerbu Venezuela dan menculik Presiden Nicolás Maduro secara brutal.

Jadi yang pertama adalah karena kepentingan ekonomi. Mereka menginginkan sumber daya alam (SDA), khususnya minyak, itu dijadikan sebagai media untuk kekayaan yang dikelola oleh Amerika (AS),” ungkap Ustadz Fakkar dalam siniar berjudul “Amerika Bertindak Ugal-ugalan terhadap Venezuela”, di kanal YouTube Lisan, Rabu (15/1/2026).

Sebab, ia membeberkan, sebagaimana rilis Visual Capitalist pada 6 Januari 2026, cadangan minyak negara Venezuela adalah yang terbesar di dunia, yakni 303 miliar barel atau 17 persen total cadangan minyak dunia. Sedangkan AS sendiri hanya 45 miliar barel dan Indonesia cuma 2 miliar barel.

Jadi, ini yang menjadikan kepentingan Amerika itu berupaya sangat keras menjadikan Venezuela negara yang di bawah kekuasaannya, di bawah kendalinya. Nah, kepentingan Amerika adalah menjadikan para investor, para kapitalis Amerika, itu bisa menguasai kekayaan alam di Venezuela,” jelasnya.

Kedua, Ustadz Fakkar menambahkan bahwa selain motif ekonomi, tindakan tersebut juga menurutnya sebagai pengalihan isu dari faktor politik dalam negeri AS sendiri yang mengalami banyak krisis yang menjadi tekanan bagi Presiden AS, Donald Trump.

Tapi intinya ini adalah pengalihan isu politik dalam negeri yang sekarang sedang merosot dengan apa yang selama ini dilakukan oleh Trump,” jelasnya.

Ketiga, Ustadz Fakkar juga mengungkapkan bahwa faktor politik global juga punya pengaruh, yaitu dengan naiknya China dan Uni Soviet yang menjadikan kekuatan AS menurun.

Nah, itu menjadikan Amerika (AS) ingin mengkompensasi geopolitik global itu dengan melakukan istilahnya show of force, menunjukkan kekuatan bahwa Amerika itu masih kuat. Amerika itu masih layak menjadi kekuatan global,” simpulnya.


Strategi Penjajahan AS

Ustadz Fakkar pun menekankan pentingnya bagi dunia Islam untuk memahami strategi penjajahan yang dilakukan AS, baik itu soft strategy dengan cara menyebarkan ide-ide kebebasan dan demokrasi, maupun hard strategy dengan cara kekuatan militer.

Jadi, kalau kita melihat sejarah, kita bisa mengetahui strategi Amerika itu memang ada dua strategi. Yang pertama itu yang berkaitan dengan soft strategy, strategi yang halus. Kemudian yang hard strategy, strategi yang biasanya menggunakan kekuatan militer,” terangnya.

Ia menegaskan, dua strategi AS ini penting untuk diketahui oleh kaum Muslimin, terutama para pemimpin dunia Islam, agar tidak menjadi sasaran penjajahannya. Caranya adalah dengan menegakkan sistem khilafah.

Agar mereka tidak terjebak dan akhirnya menjadikan kesengsaraan bagi dunia Islam. Untuk itu maka bagi umat Islam memang penting untuk menjadikan umat Islam itu punya kekuatan yang bisa menghadapi (penjajahan) itu. Nah, satu-satunya kekuatan yang bisa menghadapi itu adalah kepemimpinan dunia Islam. Yang dalam istilah fikih itu adalah sistem khilafah,” sebutnya mengakhiri. [] Imam Wahyono

Posting Komentar

0 Komentar