
Pengamat politik Ustaz Ahmad Mukti Almansur menilai pembentukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan bagian dari strategi AS untuk menguasai dunia, khususnya kawasan Timur Tengah.
"Ini bagian dari strategi besar Amerika," ungkapnya dalam program Investigasi: Board of Peace Benarkah Bisa Membawa Perdamaian di Palestina di kanal YouTube Megapolitan News Forum – MNF TV ID (@MNTVID), Kamis (5/2/2026).
Dalam penjelasannya, Ustaz Ahmad Mukti menyebut bahwa dalam sejarah panjang politik luar negeri AS, negara tersebut sejak awal menjadikan entitas Zionis Yahudi (Israel) di dunia Arab, terutama di Palestina, sebagai alat untuk memelihara konflik demi mengendalikan kawasan Timur Tengah.
"Jadi badan ini memang sengaja dibuat (di-created) agar seolah-olah ini menjadi pekerjaan (yang menyibukkan) dunia internasional dan seolah menjadi solusi akhir bagi adanya konflik antara Israel dan sekitarnya, terutama dengan Palestina," jelasnya.
Ia menambahkan, AS menjadikan Israel sebagai titik keberadaan entitas Yahudi untuk mengacaukan kawasan Timur Tengah, sehingga AS dapat terus berada dan mengendalikan wilayah tersebut untuk kepentingannya.
"Jadi Board of Peace ini justru tidak akan menyelesaikan masalah karena justru mengukuhkan keberadaan mereka (penjajah Israel yang didukung AS)," simpulnya.
Gabung BoP Berarti Legalkan Penjajahan
Lebih lanjut, Ustaz Ahmad Mukti mengingatkan bahwa bergabungnya Indonesia dalam BoP dapat dimaknai sebagai upaya melegalkan penjajahan Yahudi, meskipun Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menyebutnya sebagai bagian dari visi dan misi menjaga perdamaian dunia.
Padahal menurutnya, peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tidak harus melalui keanggotaan dalam BoP.
"Sebenarnya Indonesia cukup sebagaimana yang sudah dilakukan sebelumnya. Mengirimkan pasukan perdamaian dunia itu sudah selesai sebenarnya. Kalau memang ingin mendapatkan peran perdamaian, kan kita dulu ada itu Pasukan Garuda 1, 2, 3, 4, Unifil, segala macam. Menurut saya itu sudah cukup sebagai peran mendudukkan Indonesia sebagai masyarakat internasional. Kalau itu yang dituju, ya tidak perlu harus bergabung BoP," ujarnya.
Sedangkan terkait penyelesaian penjajahan atas Palestina, Ustaz Ahmad Mukti menegaskan bahwa masalah tersebut harus ditempatkan pada persoalan tanah menurut syariat Islam.
"Umat Islam ya harus mendudukkan perkara ini dengan perkara bahwa ini adalah tanah umat Islam dan penyelesaian perkaranya adalah diselesaikan solusi bagaimana umat Islam, orang-orang Palestina memiliki lahannya kembali," pungkasnya.
[] Imam Wahyono
0 Komentar