Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

WAHYUDI AL-MAROKY: YANG BISA BEBASKAN PALESTINA PEMIMPIN BERKARAKTER ISLAM


Direktur Pamong Institute, Wahyudi Al-Maroky, menegaskan bahwa yang bisa membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis adalah pemimpin berkarakter Islam, bukan pemimpin sekuler yang memisahkan agama dari negara.

"Yang bisa membebaskan kembali bumi Palestina dan Masjid Al-Aqsa adalah pemimpin kaum muslimin dengan karakter Islam, dengan sistem Islam," ujarnya dalam Podcast Spesial Ramadhan di Tengah Sistem Sekuler, di kanal YouTube Dakwah Tangsel, Senin (2/3/2026).

Wahyudi mengemukakan, sejarah mencatat bahwa Palestina hanya pernah dibebaskan oleh pemimpin Islam, yakni Umar bin Khattab dan Salahuddin Al-Ayyubi.

Ia melanjutkan, Palestina dibebaskan pertama kali pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

"Khalifah kedua (pemimpin dalam pemerintahan Islam), hanya 5 tahun setelah Rasul (Nabi Muhammad saw.) wafat," katanya.

Selain itu, tambahnya, pembebasan Palestina juga terjadi pada 1187 M oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi, setelah sebelumnya diambil alih atau diduduki oleh pasukan yang dikenal dengan nama Pasukan Salib ketika itu.

Menurutnya, karakter kepemimpinan Islam itu juga terbentuk karena sistem yang menaunginya.

"Sultan Salahuddin ini kan dia memang lahir dididik secara Islam, di bawah kepemimpinan Islam, hidup di bawah sistem Islam sehingga karakternya memang saleh. Kemudian terbentuklah karakter kepemimpinan dan keinginannya yang kuat untuk membebaskan Palestina," jelasnya.

Wahyudi menegaskan bahwa kepemimpinan yang dimaksud bukanlah presiden atau raja dalam sistem sekuler saat ini. "Pemimpinnya namanya khalifah," tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa umat Islam saat ini tidak memiliki kepemimpinan global seperti yang pernah ada dalam sejarah. Karena itu, menurutnya, diperlukan upaya mencetak pemimpin dengan karakter seperti Khalifah Umar dan Sultan Salahuddin.

Hal itu, kata Wahyudi, harus disiapkan dari sekarang. Selain dengan cara terus mengedukasi publik atau berdakwah menyadarkan umat yang bersifat politik akan pentingnya kepemimpinan Islam global, pada saat bersamaan juga mempersiapkan generasi berkarakter Islam.

"Mencetak pemimpin sekelas Khalifah Umar bin Khattab, atau sekelas Salahuddin Al-Ayyubi, supaya bisa menyatukan umat Islam dan membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis laknatullah," pungkasnya. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar