Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

BBM NAIK, BUKTI PERAN PEMIMPIN ADIL DITINGGALKAN


Kenaikan harga BBM saat ini menjadi konsekuensi dari meningkatnya kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat, serta gangguan di jalur strategis Selat Hormuz, mulai memberi tekanan pada pasar energi global.

Wisnu Wibowo menyatakan, “Kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan hal yang wajar karena mekanisme penentuan mengikuti harga pasar internasional” (Bisnis, 30/03/2026). Lonjakan harga minyak global juga berdampak pada fiskal negara. Meski demikian, pemerintah diperkirakan masih akan menahan penyesuaian harga BBM bersubsidi sebagai opsi terakhir, apabila tekanan terhadap APBN semakin berat.

Di tengah lonjakan harga global, Indonesia relatif lebih stabil dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam, yang mengalami kenaikan harga lebih tajam.


Dilema Pemerintah dan Dampak pada Masyarakat

Pemerintah berada dalam posisi dilematis. Meski Indonesia relatif aman, jika harga BBM dinaikkan, inflasi berpotensi meningkat dan memicu gejolak sosial karena berdampak langsung pada APBN. Bahkan sebelum kenaikan harga, antrean panjang sudah terjadi di beberapa daerah. Namun jika harga tetap dipertahankan, defisit APBN akan semakin membesar.

Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah membuat impor minyak lebih mahal. Distribusi dan biaya operasional terganggu, yang akhirnya menekan daya beli masyarakat. Kurangnya prinsip keseimbangan ekonomi dalam pengambilan kebijakan membuat gonjang-ganjing harga BBM semakin kompleks dan merugikan rakyat.


Solusi dari Perspektif Islam

Kemandirian BBM hanya bisa tercapai jika Indonesia tergabung dalam Khilafah bersama negeri-negeri Muslim lain. Minyak bumi yang melimpah di wilayah Arab, termasuk Iran, dapat didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Khilafah.

Dalam Islam, pengelolaan kekayaan alam harus dilakukan secara adil, tidak dimonopoli atau disalahgunakan oleh individu, tetapi disalurkan untuk kepentingan masyarakat oleh negara yang bijaksana. Kejujuran dan integritas pemimpin sangat penting dalam menjalankan amanah ini: menghemat anggaran, tidak boros dalam pengeluaran negara, dan menjaga kestabilan harga pasar dan BBM bagi masyarakat.

BBM merupakan sumber daya alam umum, sehingga pemanfaatannya harus untuk kemaslahatan rakyat, bukan keuntungan pribadi. Islam menegaskan bahwa pemimpin umat wajib berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sistem Allah dalam menghadapi masalah, agar keputusan yang diambil tidak merugikan rakyat yang telah diamanahkan kepadanya. [] Fani Nur Fadilah | Santriwati PPTQ Darul Bayan Sumedang

Posting Komentar

0 Komentar