Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

BEGINI NASIB BURUH DI ZAMAN SISTEM KAPITALIS


Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Direktur Pamong Institute, Wahyudi Al-Maroky, menuturkan keprihatinannya terhadap nasib buruh di zaman sistem kapitalis yang diterapkan saat ini.

"Nasib buruh di zaman sistem kapitalis ini memang susah," ujarnya dalam video melalui akun TikTok @wahyudi_almaroky, Jumat (1/5/2026).

Pasalnya, ia menilai kerja keras sudah dilakukan dan upah juga sudah dinaikkan, tetapi hidup tetap susah.

"Kenapa? Karena beban hidup yang menjadi kebutuhan dasar harus ditanggung sendiri oleh para buruh, bahkan harganya terus naik. Kenapa bisa terus naik? Karena beban hidup naik, pajak dan pungutan juga semakin banyak," ulasnya.

Jadi, jelas Wahyudi, dalam sistem kapitalis kenaikan upah itu sebenarnya tidak berarti ketika harga-harga barang juga ikut naik dan pajak juga banyak dipungut. Kemudian beban-beban hidup lainnya yang seharusnya dibebankan kepada negara, kini langsung dibebankan kepada buruh.

"Mestinya kebutuhan asasiyah (dasar) itu harus dijamin oleh negara secara murah. Yaitu sandang, pangan, papan harus dijamin oleh negara secara murah," terangnya.

"Ada juga kebutuhan asasiyah yang mestinya menjadi tanggung jawab negara dan dibebankan kepada rakyat, itulah pendidikan dan kesehatan. Mestinya pendidikan dan kesehatan itu gratis," imbuhnya.

Sekarang di Indonesia, contohnya, dalam sistem kapitalis berapa banyak beban biaya yang ditanggung oleh buruh untuk membiayai pendidikan dan kesehatan? "Ini mestinya tanggung jawab negara," tekannya.

Wahyudi lanjut memungkasi bahwa pemerintahan yang baik mestinya adalah yang memikul beban kewajibannya.

"Banyak memberi, sedikit menarik dan memajaki rakyatnya," tutupnya. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar