
Cendekiawan Muslim, Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY), menyampaikan pandangan Islam bahwa membela negeri dan penduduk Iran dari serangan Amerika Serikat (AS) merupakan jihad difa'iy (defensif) yang hukumnya wajib bagi kaum muslimin.
“Inilah jihad difa'iy yang wajib atas kaum muslimin di tempat serangan itu dilakukan sampai radius 90 km menurut Imam Syafi’i, dan lebih luas lagi jika umat Islam di sana tidak mampu menghadapinya,” tuturnya dalam program Focus to the Point: "Sunni-Syiah dalam Perang Iran-Amerika" di kanal YouTube UIY Official, Jumat (1/5/2026).
Dalilnya, terang UIY, adalah Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 190. “Qaatiluu fii sabiilillaahil-ladziina yuqootiluunakum. Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu,” tegasnya.
Ia mencontohkan, hal tersebut serupa dengan "Resolusi Jihad" yang diserukan oleh KH Hasyim Asy’ari ketika Indonesia menghadapi agresi penjajah Belanda. UIY menjelaskan fakta bahwa wilayah Iran termasuk dalam negeri Islam karena telah ditaklukkan oleh umat Islam pada masa Perang Qadisiyah.
“Artinya, status tanah Iran tetaplah tanah milik kaum muslimin. Serangan kepada negeri muslim harus dianggap sebagai serangan kepada seluruh kaum muslimin,” jelasnya.
Jika Iran tidak mampu menahan serangan tersebut, sambungnya, maka wajib bagi kaum muslimin di sekitarnya (seperti Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan seterusnya) untuk membelanya dari serangan AS. “Bukan malah sebagian negara muslim membantu penyerang (AS) dengan menyediakan pangkalan militer,” sesalnya.
UIY juga menilai sangat tidak elok jika ada sebagian umat Islam yang bersorak gembira atas serangan AS ke Iran dengan alasan sektarian, yakni menuduh Iran dengan Syiahnya sebagai kafir.
“Kalau mereka (Iran dengan Syiahnya) dianggap kafir, bukankah Amerika dan Israel juga kafir? Kenapa kemudian kita bersorak? Apalagi faktanya secara umum tidak demikian,” tambahnya.
Meski mengakui adanya agenda politik Syiah Raya dari Iran serta jejak konflik politik di Suriah, UIY menyebut keliru jika menganggap Iran bukan sebagai negeri muslim. “Kita harus melihatnya secara komprehensif. Jangan lepaskan tuntunan syariat untuk membela negeri Islam yang diserang hanya karena isu Sunni-Syiah,” pungkasnya. [] Muhar
0 Komentar