Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

"TEMAN SURGA": SEKOLAH BUKAN CUMA SOAL IJAZAH, TETAPI SOAL KARAKTER


Buletin dakwah remaja "Teman Surga" menegaskan bahwa hakikat sekolah bukan sekadar tempat mengejar ijazah, tetapi juga tempat membangun karakter diri.

"Ijazah cuma kertas. Karakterlah yang menentukan kamu jadi apa atau dikenal sebagai siapa," ungkapnya dalam edisi 306 berjudul "Buat Apa Sekolah?" melalui buletintemansurga.com, Jumat (1/5/2026).

Teman Surga menyayangkan masih banyaknya orang yang salah memandang pendidikan, yaitu menganggap sekolah hanya sebagai jalan untuk mendapatkan ijazah.

"Seolah tujuan akhirnya sekadar lulus, kuliah, kerja, selesai," imbuhnya.

Padahal menurutnya, ijazah bisa dibuat dalam waktu singkat, sedangkan karakter butuh proses panjang untuk dibangun.

"Itu sebabnya pendidikan sejati bukan sekadar menyiapkan pekerja, tetapi membentuk manusia (berkarakter). Bukan cuma menghasilkan orang yang siap cari nafkah, tetapi orang yang punya misi hidup berburu berkah," gugahnya.

Dalam pandangan Islam, Teman Surga menjelaskan bahwa menuntut ilmu bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagian dari ibadah.

"Rasulullah saw. bersabda, 'Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga'," tuturnya mengutip hadis riwayat Muslim.

"Perhatikan! Yang dijanjikan bukan jenjang karier atau jabatan, tetapi jalan menuju surga. Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan ilmu dalam Islam. Karena ilmu itu bukan cuma untuk bertahan hidup, tetapi untuk memuliakan hidup," pesannya.

Teman Surga pun menutup dengan pesan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik, berilmu, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan.

"Pastikan bahwa kita sekolah untuk belajar menjadi manusia. Untuk mencari ilmu yang bercahaya. Untuk membangun karakter yang berdaya. Untuk menyiapkan kita menjadi bagian dari agen perubahan nyata. Tetap sekolah. Tetap belajar. Tanpa tapi, tanpa nanti. Gas!" pungkasnya mengakhiri. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar