
Jurnalis Joko Prasetyo, atau yang akrab disapa Om Joy, menegaskan bahwa akar kemiskinan bukan sekadar akibat masalah pendidikan, melainkan berkaitan dengan persoalan yang lebih mendasar dalam pengaturan kepemilikan dan distribusi kekayaan.
“Kemiskinan bukan sekadar masalah pendidikan,” tulisnya melalui akun Facebook pribadinya, Joko Prasetyo, dalam unggahan berjudul “Sekolah Rakyat, Mendidik Orang Miskin atau Melanggengkan Sistem yang Memiskinkan”, Kamis (04/06/2026).
Menurut Om Joy, selama ini kemiskinan sering dipahami sebagai akibat rendahnya pendidikan. Karena itu, solusi yang kerap ditawarkan adalah memperluas akses pendidikan dengan asumsi bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula peluang memperoleh pekerjaan dan keluar dari kemiskinan.
“Masalahnya, apakah benar akar kemiskinan terletak pada kurangnya pendidikan?” tanyanya retoris.
Jika demikian, Om Joy membeberkan, mengapa masih banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan layak?
“Mengapa kesenjangan ekonomi tetap melebar di negeri yang kaya sumber daya alam?” bebernya.
Ia menilai fakta tersebut menunjukkan bahwa kemiskinan bukan semata persoalan individu yang kurang terdidik.
“Ada persoalan yang lebih mendasar, yakni sistem yang mengatur kepemilikan dan distribusi kekayaan,” nilainya.
Terkait program Sekolah Rakyat yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah di Indonesia bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, Om Joy menyampaikan, tidak ada yang menolak anak-anak miskin memperoleh pendidikan yang layak maupun keberatan jika negara membangun sekolah dan menanggung biaya pendidikan mereka.
“Namun, persoalannya bukan di situ. Persoalan sesungguhnya adalah ketika kemiskinan terus diproduksi oleh sebuah sistem, lalu pendidikan dijadikan obat untuk mengatasi dampak dari sistem yang sama,” ulasnya.
“Pertanyaannya, mengapa negara lebih fokus membangun sekolah bagi orang miskin daripada menghapus penyebab kemiskinan itu sendiri?” pungkasnya. [] Muhar
0 Komentar