
Jurnalis Joko Prastyo menilai bahwa kritik yang baik bukanlah kritik yang paling tajam.
"Saya meyakini bahwa kritik yang baik bukanlah kritik yang paling tajam, melainkan kritik yang paling bermanfaat. Itulah semangat Metode AKS: mengkritik tanpa menyakiti, membimbing tanpa menggurui," tulisnya pada akun Facebook pribadinya (Joko Prastyo), Sabtu (18/7/2026).
Jurnalis senior yang akrab disapa Om Joy ini pun menceritakan bahwa dalam setiap melaksanakan pelatihan maupun coaching penulisan, ia selalu menggunakan Metode AKS, yaitu Apresiasi, Kritik, dan Saran.
"Saya juga mengajak seluruh peserta menerapkannya ketika membedah naskah teman-temannya," imbuhnya.
Sebab, menurutnya, tujuan bedah naskah bukanlah mencari siapa yang paling hebat atau paling banyak menemukan kesalahan. Tujuannya adalah membantu setiap penulis bertumbuh.
"Setiap penulis layak diapresiasi, setiap naskah layak dikritisi, dan setiap kritik harus diakhiri dengan solusi," pesan Om Joy memungkasi. [] Muhar
0 Komentar