Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

MENGINGAT ALLAH DATANGKAN RAHMAT, PERTOLONGAN, DAN AMPUNAN-NYA


Aktivis Dakwah Pamulang, Ustadz Taufik Helmi, menyampaikan bahwa makna kebersamaan Allah SWT dengan hamba yang senantiasa mengingat-Nya adalah jaminan hadirnya rahmat, pertolongan, dan ampunan. Karunia ini terutama akan sangat dirasakan ketika seorang hamba berada dalam kondisi yang sangat genting dan membutuhkan pertolongan.

"Apa yang dimaksud ketika kita mengingat Allah maka Dia akan bersama kita? Maksudnya adalah Allah akan memberikan rahmat, pertolongan, dan ampunan-Nya," jelas Ustadz Taufik dalam acara Kajian Nafsiyah Islamiyah: Doa, Zikir, dan Istighfar yang berlangsung di Saung Osogel, Ciputat Timur, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kajian tersebut, Ustadz Taufik mengajak para jemaah agar senantiasa melazimkan zikir mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan. Terlebih lagi ketika sedang menghadapi berbagai ujian kesulitan hidup, umat seharusnya semakin mendekatkan diri untuk mengetuk pintu pertolongan-Nya, bukan malah menjauhi-Nya.

Ia kemudian menyitir firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 45 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk menjadikan sabar dan salat sebagai sarana utama memohon pertolongan.

"Ada satu ayat yang menegaskan, 'Wasta'īnuu bish-shabri wash-shalaah' yang artinya, 'Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat'," kutipnya.

Meskipun demikian, Ustadz Taufik menegaskan bahwa pertolongan Allah SWT tidak datang secara cuma-cuma, melainkan hanya akan diraih oleh orang-orang yang memiliki tingkat keimanan dan keyakinan yang mantap terhadap janji-Nya.

"Jika sudah dibersamai oleh Allah, maka apa pun kebutuhan, hajat, maupun kesulitan yang kita adukan kepada-Nya, penyertaan Allah tersebut tidak akan pernah sia-sia. Namun, kembali saya sampaikan bahwa hal ini harus dimotori oleh keimanan yang kokoh. Hanya orang yang memiliki keyakinan penuh yang betul-betul akan mendapatkan pertolongan Allah," pungkasnya. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar