
Ajaran Islam menegaskan kemerdekaan hakiki bukan sekadar bebas dari penjajahan secara fisik (militer), melainkan terbebas dari penghambaan kepada sesama manusia dan hanya menghambakan diri kepada Allah SWT.
Hal itu disampaikan oleh Buletin Dakwah Kaffah, Edisi 456 yang berjudul "Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki", melalui laman https://buletinkaffah2.wordpress.com pada Jumat (14/8/2026).
“Islam mengajarkan bahwa manusia merdeka adalah manusia yang hanya menghambakan dirinya kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Sebab tujuan manusia diciptakan, sebutnya, tak lain adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam QS adz-Dzariyat ayat 56:
“Tidaklah Aku (Allah SWT) menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah (menghambakan diri) kepada Diri-Ku (TQS adz-Dzariyat [51]: 56).” kutipnya.
Buletin Dakwah Kaffah menjelaskan, penghambaan kepada Allah SWT berarti menundukkan kehidupan hanya kepada syariah-Nya (hukum-hukum Allah SWT).
Sebab lanjutnya, Allah SWT sebagai Al-Khaaliq (Pencipta) paling mengetahui aturan yang sesuai bagi manusia.
Sebaliknya, penyerahan kewenangan menentukan halal-haram dan aturan kehidupan kepada manusia secara mutlak, terangnya, justru menjauhkan manusia dari hakikat penghambaan kepada Allah SWT.
“Saat demikian sesungguhnya mereka belum merdeka. Mereka masih dijajah oleh hawa nafsu mereka sendiri,” tegasnya.
Buletin Dakwah Kaffah kemudian mengutip firman Allah SWT dalam QS Yusuf ayat 40: “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah (TQS Yusuf [12]: 40).”
Menurutnya, prinsip tersebut menjadi fondasi kemerdekaan dalam Islam. Manusia merdeka adalah mereka yang terbebas dari penghambaan kepada sesama manusia dan hanya menjadi hamba Allah SWT.
“Inilah makna pembebasan yang dibawa Islam. Inilah makna kemerdekaan dalam Islam,” paparnya.
Buletin tersebut juga mengutip pernyataan Rib’i bin Amir ra. kepada Panglima Persia, Rustum: “Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari penghambaan kepada sesama hamba menuju penghambaan hanya kepada Allah.”
“Inilah inti dari misi Islam: membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT. Inilah kemerdekaan yang hakiki,” terangnya memungkasi. [] Muhar
0 Komentar