
Akademisi Prof. Daniel Mohammad Rosyid menyatakan bahwa tugas pendidikan hanya satu, yaitu membangun jiwa merdeka.
"Tugas pendidikan hanya satu: membangun jiwa merdeka sebagai prasyarat bagi bangsa yang merdeka," sebutnya dikutip dari Tabloid Media Umat Edisi 410, dalam Rubrik Asprisi, Jumat (21/8/2026).
Sebab, Prof Daniel menjelaskan hanya di atas jiwa yang merdeka bisa dibangun adab, akhlak, dan kompetensi produktif yang disebut kecerdesan bangsa.
Ia pun mengkritik UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang dinilai bukan untuk membangun jiwa merdeka.
Undang-undang sistem pendidikan nasional tersebut, menurutnya mengandalkan persekolahan sebagai komponen utama (manajemen sumber daya) yang sangat teknokratik, untuk menyiapkan tenaga kerja yang cukup terampil menjalankan mesin-mesin tetapi sekaligus cukup dungu untuk setia bekerja bagi para pemilik modal (kaum kapitalis).
"Bukan untuk membangun jiwa merdeka. No more, no less (tidak lebih, tidak kurang)," nilai Prof. Daniel mengakhiri. [] Muhar
0 Komentar