Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

ABI: TAKUT BERBUAT DOSA ADALAH KEMULIAAN


Pengasuh Pondok Pesantren Darun Nahdhah Al-Islamiyah, Ustaz Arif B. Iskandar (ABI), mengungkapkan bahwa takut berbuat dosa karena Allah SWT adalah kemuliaan yang sejati.

"Menahan diri ketika (dalam keadaan/posisi) tidak mampu melakukan dosa bukanlah kehebatan. Akan tetapi, mampu melakukan dosa, mempunyai kesempatan, memiliki keinginan, lalu mundur karena takut kepada Allah, itulah kemuliaan yang sesungguhnya," ungkapnya dalam rubrik Ibrah di Media Politik dan Dakwah Al-Wa'ie (Membangun Kesadaran Umat) Edisi 1–30 September 2026.

ABI menjelaskan, rasa takut kepada Allah SWT menjadi kekuatan yang membentengi seseorang dari dorongan hawa nafsu, terutama ketika tidak ada seorang pun yang melihat dan ketika peluang untuk melakukan dosa terbuka lebar.

Ia mengutip firman Allah SWT: "Adapun orang yang takut akan kedudukan Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsu, sungguh surgalah tempat tinggalnya." (QS. An-Nazi'at [79]: 40–41).

ABI juga mengutip pernyataan Imam Ibnu Rajab rahimahullah dalam kitab Fath al-Bari 4/36:

"Amal yang paling utama adalah senantiasa memiliki rasa takut pada Allah baik dalam kesunyian, kesendirian maupun dalam keramaian."

Melalui tulisannya yang berjudul "Takut kepada Allah SWT" tersebut, ABI turut mengisahkan keteladanan Nabi Yusuf a.s. dan orang-orang saleh terdahulu yang mencapai kemuliaan karena rasa takutnya yang begitu tinggi kepada Allah SWT.

Kisah-kisah yang disampaikannya menunjukkan bahwa ketakwaan tidak hanya diuji ketika seseorang berada dalam keterbatasan. Justru, ujian yang lebih berat datang ketika dosa berada dalam jangkauan, kesempatan terbuka, keinginan menguat, dan tidak ada manusia yang mengetahui.

Pada saat itulah, rasa takut kepada Allah menjadi benteng yang membuat seseorang memilih meninggalkan dosa. Bukan karena tidak mampu, melainkan karena menyadari bahwa Allah SWT selalu menyaksikannya. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar