Sejarah

6/recent/Sejarah-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

JANJI POLITIK 19 JUTA LAPANGAN KERJA DINILAI TAK SESUAI REALITAS


Hampir 13.000 warga negara Indonesia (WNI) pencari kerja terjebak penipuan daring di Kamboja. Jurnalis senior Joko Prastyo menilai bahwa janji politik 19 juta lapangan kerja oleh pasangan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran tidak sesuai dengan realitas.

"Janji politik mudah diucapkan. Realitas rakyatlah yang menjadi ukurannya," ungkapnya melalui tulisan yang berjudul "30.000 WNI Terjebak, di Mana 19 Juta Lapangan Kerja?" di akun Facebook pribadinya, Minggu (20/9/2026).

Jika lapangan kerja benar-benar tersedia dalam jumlah yang dijanjikan, ulasnya, mengapa rakyat masih harus mempertaruhkan keselamatan untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri?

"Di mana 19 juta lapangan kerja (yang dijanjikan itu), ketika ribuan WNI justru menjadi korban?" tanyanya retoris.

Jurnalis yang akrab disapa Om Joy ini menyampaikan bahwa memulangkan 13.000 WNI yang terjebak tersebut adalah kewajiban.

"Namun, memastikan rakyat dapat hidup layak tanpa harus mempertaruhkan nasib di negeri orang, itulah tanggung jawab negara yang semestinya dibuktikan, bukan sekadar dijanjikan," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, jika negara benar-benar mengelola kekayaan negeri dengan prinsip Islam, lapangan kerja dan kebutuhan dasar rakyat semestinya menjadi tanggung jawab negara.

Rakyat, sebutnya, tidak semestinya dipaksa keadaan mengejar pekerjaan ke luar negeri, lalu ketika menjadi korban, negara sibuk memulangkannya.

Selain itu, Om Joy menambahkan bahwa Islam tidak hanya memerintahkan negara menyelamatkan korban setelah kejahatan terjadi.

"Negara juga wajib mengurus rakyat, menjaga harta dan kehormatan mereka, serta mencegah mereka jatuh ke dalam bahaya," pungkasnya. [] Muhar

Posting Komentar

0 Komentar