
Pembebasan Palestina dari penjajahan entitas penjajah Yahudi (Israel) menjadi "pekerjaan rumah (PR)" utama yang harus diselesaikan umat Islam saat ini.
Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi dalam program "Mbois: 3 Tahun Pasca Taufan Al-Aqsa, Sampai Mana Ceritanya?" di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Rabu (14/10/2026).
"Yang harus dilakukan oleh umat Islam sekarang adalah bagaimana menyelesaikan persoalan utama di Palestina. Dan kita tahu persoalan utama di Palestina itu adalah penjajahan," tuturnya.
Merujuk firman Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 191, upaya menghadapi penjajahan, jelas Farid, berkaitan dengan perintah jihad fi sabilillah.
"Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Usirlah mereka dari tempat-tempat yang mereka telah mengusir kalian," kutipnya.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa ketika suatu negeri Islam dijajah, penjajahan tersebut harus diusir.
Dalam konteks Palestina, ia menilai upaya mengusir penjajahan tidak dapat dilakukan tanpa mobilisasi tentara dari negeri-negeri Islam.
Namun, Farid menyayangkan sikap para penguasa Arab yang dinilainya tidak melakukan mobilisasi tentara.
Sebaliknya, kata Farid, mereka justru mengokohkan keberadaan entitas penjajah Yahudi melalui kebijakan-kebijakan sekutu pendukungnya, yaitu Amerika Serikat, seperti bergabung dengan Board of Peace (BoP), serta menyandarkan penyelesaian persoalan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilainya tidak mampu menghadapi entitas penjajah Yahudi.
"Nah, karena itulah, mobilisasi tentara ini membutuhkan ya satu kekuatan politik global yang bisa menyatukan. Di situlah pentingnya umat Islam bersatu ya di bawah naungan Khilafah 'ala Minhajin Nubuwah. Karena inilah yang akan menyatukan kaum Muslimin dan akan secara efektif memobilisasi tentara-tentara kaum Muslimin".
Ia menegaskan, kesungguhan membebaskan Palestina harus diwujudkan melalui persatuan para penguasa Arab dan mobilisasi kekuatan militer mereka.
"Jadi kalau kita mengatakan ingin sungguh-sungguh membebaskan tanah Palestina, maka yang harus dilakukan oleh penguasa-penguasa Arab adalah bersatu dan kemudian mobilisasi tentara-tentara mereka untuk berjuang sungguh-sungguh, berperang sungguh-sungguh dengan kekuatan yang maksimal dengan target menghilangkan penjajahan di Palestina".
"Itu yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam," lanjutnya.
Farid menambahkan, dukungan terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan kemanusiaan dan kecaman terhadap penjajahan. Umat Islam juga perlu mendukung persatuan di antara mereka.
"Tidak sekadar hanya memberikan bantuan, kecaman, tapi juga men-support untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Bahkan lebih jauh daripada itu mendukung persatuan umat Islam. Ya, bantuan kemanusiaan itu tentu dibutuhkan oleh Gaza. Ya, demikian juga kecaman-kecaman tentu harus kita lakukan. Tapi itu tidak cukup," terangnya. [] Muhar
0 Komentar